Sang Pembisik Patung
Rp 0.00
Dalam kehidupan real menggereja, kita sering mendengar keluhan tentang kesulitan mengupayakan pewartaan yang kontekstual. Khususnya pewartaan melalui kata-kata (homili, ceramah, dll) seringkali dirasa terlalu abstrak oleh banyak umat. Tanpa mengesampingkan tetap perlunya bentuk-bentuk pewartaan tradisional seperti homili, ceramah dll, dirasakan pula adanya kebutuhan akan bentuk-bentuk pewartaan alternatif. Dalam konteks itu saya memahami maksud penerbitan buku karya RD Kalvin ini. Di dalam buku ini kita menemukan salah satu upaya pastoral dan pewartaan melalui seni budaya (memahat). Patung-patung hasil pahatan yang ditampilkan tentu memiliki latar belakang berupa pengalaman rohani sang pemahat. Sekaligus di dalamnya terkandung pula pesan pewartaan kepada khlayak yang melihatnya. Proficiat untuk RD Kalvin. Semoga terbitnya buku ini dapat memberi inspirasi bagi banyak orang dalam mengupayakan bentuk-bentuk pewartaan yang kreatif. Tuhan memberkati.